Naples – Maurizio Sarri sudah tak lagi jadi pelatih Napoli. Presiden Aurelio De Laurentiis pun angkat bicara soal masalah utama hingga akhirnya Sarri pergi.

Sarri sebenarnya terhitung berhasil memimpin Napoli musim ini. Ia membawa Napoli bersaing dengan Juventus berebut Scudetto sebelum finis kedua dengan 91 poin, rekor modis klub itu.

Napoli sebenarnya sempat memimpin klasemen beberapa pekan karena performa impresif di paruh pertama. Tapi, inkonsistensi datang hingga akhirnya Juventus mengejar dan kembali jadi juara. Carlo Ancelotti pun datang untuk menggantikan Sarri.

De Laurentiis mengaku dirinya selalu mendukung Sarri. Tapi, sikap sang pelatih yang terus menggantung dan seakan tidak yakin akan masa depannya di klub tersebut membuat sang presiden memilih mengambil tindakan tegas.

“Saya selalu sopan kepada dia, selalu mendukungnya. Tapi, pada beberapa hal, jika Anda memiliki kontrak dengan saya untuk dua tahun lagi, tapi tiba-tiba meragu seperti berujar ‘saya tak tahu akan bertahan atau tidak’, ‘saya tak tahu apakah klub bisa menjaga pemain terbaiknya’, ‘dalam hidup kadang yang terbaik adalah mengakhiri cerita momen sedang bagus’. Itu memperlihatkan pesan yang jelas bahwa dia tidak sabar dan tak punya kepercayaan diri,” ujar De Laurentiis kepada Corriere dello Olah tubuh.

“Maurizio tak pernah menjawab saya (soal bertahan atau tidak). Jika Anda menutup pintu di depan muka saya, saya dengan sopan akan pergi dan tak mengganggu Anda, tapi hanya dalam beberapa momen,” sambungnya.

“Setelah itu saya punya hak dan tugas untuk menjaga klub ini dan mulai mencari yang modis.”.

Sarri sebenarnya tidak dipecat oleh Napoli dan secara teknik masih dalam kontrak di tim dalam dua tahun ke depan. De Laurentiis pun memastikan bahwa masuk akal jika klub lain mencoba untuk merekrutnya.

“Jika ada yang datang untuk bernegosiasi, saya akan mencoba menjadi masuk akal. Saya bukan orang pendendam dan selalu berterima kasih kepada Sarri,” tutupnya.

(mrp/mrp)




LEAVE A REPLY