Milan – Musim perdana Andre Silva di AC Milan tak berjalan mulus. Ujung tombak 22 tahun itu mengaku mengalami kesulitan dalam beradaptasi.

Andre Silva jadi salah satu rekrutan dalam belanja besar-besaran Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Ia didatangkan dari FC Porto dengan nilai transfer mencapai 38 juta euro.

Tapi Andre Silva gagal memenuhi ekspektasi. Ia hanya mencetak dua gol dari total 24 kali tampil di Serie A. Di Liga Europa, performanya sedikit lebih baik dengan catatan delapan gol, sebagian besar di fase grup, dari 14 matchday.


“Ini adalah kali pertama saya tinggal jauh dari rumah, keluarga, dan pantai. Saya terbiasa menghirup udara lautan,” kata Andre Silva kepada majalah Forza Milan seperti dikutip Football Italia.

“Saya sering jalan-jalan atau bersepeda di pinggir pantai, tapi segalanya berubah dan saya harus menatap ke depan.”

Andre Silva tak hanya menemui kesulitan dalam beradaptasi dengan kehidupan barunya. Penyesuaian dengan sepakbola di Serie A juga tak mudah untuk pemain internasional Portugal itu.

“Perbedaan dalam latihan kebugaran tidak terlalu penting, tapi masalah terbesar adalah beradaptasi dengan gaya hidup dan perubahan kebiasaan,” lanjut Andre Silva.

“Bahasanya trendi, orang-orang trendi, tim trendi. Saya di sini sendirian, sementara teman-teman setim saya bicara dengan bahasa Italia atau Spanyol.”

“Saya tahu saya harus memperbaiki banyak aspek, seperti kaki kiri saya, kemampuan menggiring bola, tembakan ke arah gawang. Mungkin masalah terbesar saya adalah saya terlalu banyak berpikir soal kerja dan tidak cukup istirahat. Kalau saya punya targer, saya akan mengejarnya dan tidak memikirkan hal lain,” katanya.

(nds/raw)




LEAVE A REPLY