Malang – Manajer Arema FC, Rudi Widodo, berharap kompetisi musim depan dimulai sesuai rencana PSSI. Sebabnya, ada banyak rancangan di tahun 2018.

Bulan Februari 2018 direncanakan menjadi rancangan diputarnya kembali Liga 1. Ada beberapa rancangan di tahun depan, Asian Games 2018, Piala Asia U-19 2018, dan Piala AFF 2018.

Dengan padatnya rancangan itu, kepastian start kompetisi akan membantu klub untuk membentuk tim kontemporer.

“Jika benar dimulai Febuari 2018, maka punya waktu dua bulan, akhir November atau Desember awal bisa mulai menyusun tim, mulai pelatih dan pemain,” katanya usai laga menjamu Semen Padang di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (4/11/2017), malam.

Kata Rudi, dua bulan merupakan waktu ideal bagi Arema mempersiapkan timnya. Apalagi, Januari 2018 ada rencana digelar Piala Presiden yang bisa dijadikan pra kompetisi.

“Januari Piala Presiden bisa jadi pra kompetisi, belum lagi pertengahan tahun ada rancangan politik serta Asian Games. Dua bulan waktu yang ideal bagi tim,” kata Rudi.

Kendati demikian, lanjut dia, semuanya menunggu keputusan dari PSSI, dimana Januari 2018 nanti kontemporer akan menggelar kongres dan tentunya menyusun kompetisi musim depan. “Tapi semua menunggu dari PSSI, Januari kontemporer akan kongres,” dia menerangkan.

Arema telah menyiapkan isu yang diharapkan bisa menuai keputusan jelas dan tegas momen berlangsungnya kongres nanti. Isu itu mengenai marquee player, karena dipandang belum cukup menguntungkan bagi klub sepakbola di Indonesia.

“Kongres kami akan bicara soal marquee player. Jika memang diteruskan harus ada ketegasan, sekarang masih banyak toleransi. Tapi kami melihat dari 18 klub, hanya 15 klub menggunakan (marquee player), dan hanya dua pemain bisa menguntungkan. Sepertinya bisa jadi evaluasi,” dia menuturkan.

Sementara bagaimana komposisi pemain Arema musim depan? Rudi mengaku tengah menunggu laga terakhir melawan Pusamania Borneo FC.

Tim Pelatih akan menyetorkan rapor para pemain, yang kemungkinan besar bisa menjadi pertimbangan besar manajemen.

“Masih ada satu matchday, pastinya kita ke Borneo bukan untuk wisata. Kami mau ada tambahan poin nanti, pelatih juga akan menyumbang rapor pemain,” kata Rudi.

Dikatakan, adalah hal lumrah pemain berhijrah ke klub lain yang tentunya memiliki sebuah alasan kuat. Rudi menyumbang sinyal, manajemen Arema tentu menyesuaikan budget atau kemampuan klub dari merekrut pemain maupun pelatih.

“Soal pemain berpindah ke klub lain itu biasa, pelatih juga. Pelatih merekom pemain, manajemen pastinya menyesuaikan dengan kemampuan,” Rudi menambahkan.

(cas/nds)


LEAVE A REPLY