Jakarta – Dari blusukan ke beragam daerah di Indonesia, Indra Sjafri mendapati banyak hal soal pembinaan pemain muda. Salah satunya masih marak pencurian umur.

Nama Indra melejit setelah sukses membawa timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF pada 2013 lalu. Prestasi yang dicapai pelatih asal Padang itu tak lepas dari usahanya melakukan blusukan dalam mencarai pemain ke daerah-daerah.

[Gambas:Video 20detik]

Kebiasaan itu masih terus berlanjut sampai kejadian ini. Timnas U-19 yang belum lama ini meraih peringkat ketiga di Piala AFF 2017 juga hasil dari blusukan Indra ke daerah.

Banyak hal unik yang dia temukan dalam mencari pemain ke daerah. Sebagian besar pemain tak punya kebiasaan berlatih secara terstruktur. Lebih parahnya lagi, ada pemain yang coba-coba mencuri umur.

“Uniknya, mereka pemain-pemain yang masih dari daerah belum terbiasa dengan pelatihan yang tertata dengan latihan alami. Begitu kami temukan dan latih, banyak hal-hal yang secara organisasi latihan awal-awalnya mereka kesulitan,” kata Indra kepada detikSport.

“Pemain-pemain yang kita cari ke daerah macam-macam. Terkadang kita bilang kelahirannya harus tahun 1999, karena mereka sangat kepingin, kelahiran 98 malah dibilang 99. Yang seperti itu masih banyak,” sambungnya.

Indra juga menambahkan bahwa mencari pemain untuk kejadian ini lebih mudah daripada beberapa tahun lalu. Bahkan, setiap provinsi selalu punya pemain yang oke. Itu tak lepas dari semangat yang tumbuh pasca keberhasilan di tahun 2013.

“Melihat dari hasil timnas U-19 sekarang, pemain-pemainnya itu sudah merata. Jadi, mungkin karena kita sudah pernah sukses di U-19 kemarin (2013), semangat itu menggelora tiga sampai empat tahun terakhir dan muncul pemain-pemian yang jauh lebih baik,” tambah mantan pelatih Bali United itu.

“Kalu dulu cari pemain agak susah, sekarang hampir setiap provinsi ada pemain-pemain yang berkualitas,” ungkapnya.

(din/din)


LEAVE A REPLY