Malang – Arema FC memang berhasil unggul di laga kandang terakhirnya di Liga 1 musim ini. Kendati demikian, Pelatih mereka, Joko Susilo, kecewa karena banyak kebobolan.

Joko menerangkan bahwa tiga gol itu menjadi bukti kelemahan timnya, ketika memasuki babak kedua.

“Sudah sering terjadi kejadian rival Papua dan Bali, kejadian ini (Semen Padang). Selalu begitu (terjadi gol),” terangnya kepada wartawan usai matchday, Sabtu (4/11/2017), malam.

Gethuk, sapaan Joko, menyadari kelemahan dari timnya itu. Karenanya dirinya selalu menekankan agar bisa mencetak gol di babak pertama.

“Makanya saya minta bisa cetak gol banyak. Saya sempat emosi tadi,” dia menegaskan.

Meski begitu, dia mengapresiasi kerja keras Alfarizi dkk, yang bisa memetik poin penuh di laga kandang terakhir.

“Saya terima kasih kepada pemain dan Aremania yang sudah menyumbang sambutan luar biasa,” kata dia lagi.

Sementara Pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, mengatakan, bahwa anak asuhnya down ketika tuan rumah mudah menciptakan gol.

“Pemain down, Arema bisa mudah cetak gol. Untuk bangkit sulit,” kata Rusli.

Dia melihat ada keterlambatan gelandang untuk membantu pemain belakang ketika Arema melancarkan serangan. Jadinya lima gol tercipta dengan mudah.

“Transisi pemain lemah, gelandang terlambat mengamankan benteng,” dia mengeluhkan.

(cas/nds)


LEAVE A REPLY