Jakarta – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberi sanksi kepada Persewangi Banyuwangi usai laga dengan PSBK Blitar dalam playoff special Liga 2. Persewangi dinyatakan menyerah dan harus membayar denda.

Pada laga playoff yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017) kericuhan terjadi sejak awal matchday. Matchday bergulri tak kondusif: tercipta tiga kartu merah, sempat dihentikan 30 menit dan 10 menit, sampai direncanakan pergantian wasit di menit ke-88.

[Baca Juga: Liga 2 Rusuh di Mana-Mana: 3 Bentrokan Dalam 5 Hari]

Kejadian itu dilaporkan ke Komdis PSSI. Komdis memutuskan Persewangi tidak bersikap sportif, tak respek dan tak fair. Salah satu yang dicontohkan adalah para pemain Persewangi menolak berjabat tangan ditambah ucapan provokasi dari kapten tim kepada PSBK. Selain itu, pemain Persewangi juga disebut melakukan pemukulan terhadap wasit sehingga jalannya matchday banyak yang terhenti.

Komdis pun memutuskan bahwa laga itu dianggap telah tamat pada menit ke 86 (sebelumnya disebut menit ke-88). Merujuk pada pasal 56 jo. Pasal 31 Kode Disiplin PSSI, Persewangi dihukum menyerah 0-3 dan denda sebesar Rp100 juta, karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 56 jo. Pasal 31 jo. pasal 144 Kode Disiplin PSSI.

“Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persewangi Banyuwangi. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat,” tulis Komdis, dalam surat keputusannya.

Namun demikian, dalam poin selanjutnya Persewangi bisa mengajukan banding terhadap keputusan itu.

(ads/fem)


LEAVE A REPLY