Jakarta – Pelatih Indonesia Luis Milla bakal mengoptimalkan turnamen di Aceh awal Desember depan untuk membuat para pemainnya kian terbiasa dengan gaya main yang ia mau.

Indonesia menjadi salah satu peserta turnamen “Aceh World Solidarity Cup” yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Aceh, pada 2-6 Desember. Kyrgyztan, Mongolia, dan Brunei Darussalam menjadi peserta lain dalam turnamen yang digelar sebagai perwujudan solidaritas dunia terhadap Aceh yang pernah dilanda tsunami pada 2004.

Dalam turnamen itu Milla berencana membawa 25 pemain. Tiga di antaranya merupakan pemain senior.

“Untuk daftarnya akan diberitahukan secara resmi oleh PSSI,” kata Luis Milla.

Sehubungan dengan itu, Milla menjelaskan dia memiliki tujuan pada turnamen ini. Dia ingin para pemainnya lebih paham dengan konsepnya dan mengoptimalkan pemain yang sejauh ini belum banyak dapat kesempatan main di tim.

“Kami ingin melanjutkan pekerjaan dan kami ingin pemain bisa menunjukkan latihan yang lebih bagus lagi karena ke depan sudah ada Asian Games,” ujarnya.

“Kami ingin ada perbaikan secara tim dimana kemarin kita sudah ada tiga matchday, minggu depan akan tiga matchday lagi. Saya berharap ada progres dari tim dan anak-anak bisa lebih menerima ide saya lagi. Ini penting sebab pekan-pekan depan pemain akan beristirahat dari timnas dan ada pemain yang mulai pre-season.”

“Oleh karena itu di ajang itu akan kami gunakan semaksimal mungkin untuk menganalisis dan menurunkan pemain-pemain yang masih sedikit bermain. Intinya agar gaya bermain kami lebih jelas lagi dan diterima oleh anak-anak,” katanya.

(mcy/krs)


LEAVE A REPLY