Bandung – Kapten Persib Bandung Supardi Nasir mendapat sanksi larangan main empat laga. Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez menilai sanksi itu janggal.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhi sanksi larangan bermain plus denda Rp 50 juta kepada Supardi. Ia dinilai bersalah menanduk wasit Dwi Purba Adi Wicaksana yang memimpin laga Persib vs Mitra Kukar pada pekan lalu.

Gomez menyebut sanksi itu tidak masuk akal dan janggal. Menurutnya, momen itu Supardi hanya mencoba berdiskusi dengan wasit mengenai pelanggaran yang dianggap tak tepat.

“Buat saya ini memalukan karena dia (Supardi) melakukan diskusi ke wasit, itu normal. Kami sudah melihat videonya dan dia mendapat kartu kuning,” kata Gomez momen ditemui di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (13/4/2018).

Menurut Gomez, sanksi larangan bermain sebanyak empat laga cuma karena ingin berdiskusi dengan wasit merupakan hal janggal. Apalagi ia menegaskan banyak pelanggaran-pelanggaran lebih keras tanpa hukuman di Liga 1.

“Sosok Supardi memang penting, tapi yang lebih penting adalah masalah ini. Mungkin satu matchday tidak masalah, tapi ini empat matchday, padahal dia hanya ingin berdiskusi dengan wasit,” ucap Gomez.

“Saya melihat sangat banyak pelanggaran, pelanggaran keras dari depan dan belakang tapi tidak ada kartu kuning. Ini sangat tidak normal,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Gomez pun menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin menyurutkan ketahanan dan semangat Persib. Apalagi Maung Bandung pun beberapa kali harus jadi korban pelanggaran keras.

“Saya akan meng-copy semua video tentang pelanggaran musuh, pelanggaran keras (namun tidak berbuntut sanksi dan kartu) dan saya akan kirim ini ke FIFA. Bukan ke federasi (PSSI) tapi ke FIFA,” ujarnya.

Gomez juga berencana menyebarkan cuplikan video itu ke sejumlah wartawan di Italia dan Argentina. “Supaya semua tahu apa yang terjadi di Indonesia.”

(krs/ran)




LEAVE A REPLY