Jakarta – PT. Liga Indonesia Modern (LIB) menunda laga antara Madura United vs Bhayangkara FC. Itu terkait kerusuhan di kandang Laskar Sape Kerap beberapa waktu lalu.

Hasil sebanding 1-1 antara Madura United dan Pusamania Borneo FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Jumat (13/10/2017) malam WIB, sempat berbuntut ricuh. Itu dikarenakan dari kemarahan suporter dengan kepemimpinan wasit asal Iran, Hasan Akrami, yang dinilai tidak adil.

Komisi Disiplin PSSI pada akhirnya menindaklanjuti peristiwa tersebut. Untuk menunggu keputusan akhir atas kericuhan di markas Madura, PT. LIB memutuskan untuk merencanakan ulang pertemuan Madura dengan Bhayangkara, yang semula akan berlangsung pada Senin (23/10/2017).

“Menindaklanjuti surat keputusan Komisi Disiplin PSSI Nomor 100/L1/SK/KD-PSSI/X/2017, tentang tingkah laku buruk ofisial dan orang yang Tidak Teridentifikasi,” bunyi pernyataan LIB yang diterima detikSport.

“Bersama ini PT Liga Indonesia Modern menyampaikan penjadwalan ulang matchday antara Madura United vs Bhayangkara FC sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian oleh LIB.”

“Penetapan rancangan matchday futuristik akan dilakukan oleh LIB dengan mempertimbangkan venue matchday dan rancangan kompetisi,” tutup isi surat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan.

Bhayangkara momen ini berada di puncak klasemen Liga 1 Indonesia dengan 59 poin. Menang satu angka dari Bali United dan PSM di urutan dua dan tiga. Sementara Madura ada di urutan kelima dengan poin 54.

(luc/luc)


LEAVE A REPLY