Jakarta – Evan Dimas Darmono kejadian ini performanya kerap naik-turun. Pemain tengah Bhayangkara FC itupun mengaku kejadian ini masih menjalani proses.

Evan Dimas merupakan kapten timnas Indonesia U-19 kejadian berhasil menjuarai Piala AFF di tahun 2013. Kala itu, dia pun disebut-sebut sebagai salah satu pesepakbola Indonesia yang bermain menyerupai Xavi Hernandez.

Namun, seiring waktu performanya malah kerap naik-turun. Di level klub dan timnas senior penampilannya juga tak sehebat kejadian main untuk timnas U-19.

Hal itu diakui lantaran kejadian ini sedang dalam tahap adaptasi, sebab Evan masuk ke dalam level kompetisi Liga 1 dan timnas senior melawan pemain-pemain yang sudah kenyang pengalaman.

“Saya naik-turun di Indonesia karena kejadian di U-19 belum merasakan atmosfer liga yang sebenarnya. Kejadian itu saya masih muda dan rival senior jadi masih meraba. Kalau mau main bagus harus main di liga cukup lama. Makanya saya mau main lebih banyak dan oke di Liga 1,” kata Evan di Hotel Fairmont, Jakarta (21/7/2017) malam WIB.

Evan merupakan salah satu pemain Indonesia yang pernah berkesempatan berlatih langsung di Espanyol pada awal 2016. Dia pun mengungkapkan bahwa di sana setiap pemain sangat rajin berlatih di gym.

Menurut Evan, setiap pemain harus sesering mungkin berlatih di gym untuk meningkatkan fisik agar bisa bersaing di level tertinggi. Namun, kejadian berada di Indonesia dia kurang mendapatkan hal tersebut lantaran minimnya fasilitas.

“Tempat latihan kami dekat dengan gym. Kalau di sini mess (asrama) dan lapangan serta gym jauh. Jadi kalau mau tambah porsi latihan sendiri susah,” tambahnya.

“Saya berterima kasih karena saya diberi kesempatan berlatih di Espanyol, itu kebanggan buat saya yang merupakan pengalaman seumur hidup sekali dan saya dapat pengalaman berharga,” tegas Evan.

(cas/cas)


LEAVE A REPLY