Dunia bola – Bastian Schweinsteiger sempat menjalani karier yang terjal bersama Manchester United. Meski demikian, tak ada rasa menyesal dari Schweinsteiger.

Gelandang Jerman itu direkrut MU dari Bayern Munich pada musim panas 2015. Setelah manajer MU berganti dari Louis van Gaal kepada Jose Mourinho di 2016-17, Schweinsteiger mengalami nasib malang.

Pemenang Piala Dunia 2014 diasingkan dari skuat utama MU sehingga harus berlatih dengan tim reserved. Kegigihan Schweinsteiger membuat Mourinho mengembalikannya ke tim utama sebelum akhirnya hengkang ke MLS dengan bergabung Chicago Fire pada Maret lalu.

“Di mataku, memang ketika itu bukan posisi yang tepat. Tapi di dalam hidup terkadang Anda menjalani situasi ini di mana sesuatu tidak benar dan tidak sesuai dengan kemauan Anda, tapi Anda harus menerimanya dan aku menerimanya,” ungkap Schweinsteiger kepada ESPN.

“Saya bilang ‘OK, aku menerimanya, tapi aku masih ingin tetap di sini [MU] dan ingin berlatih. Aku ingin memperlihatkan bahwa aku adalah pemain yang bisa dipercaya’. Dan itulah yang kulakukan di Manchester. Aku kemudian berlatih dengan tim utama dan bermain dengan tim utama. Maksudku, memang tidak mudah ketika aku harus berlatih sendirian selama tiga bulan,” ungkap dia.

Jelang kepindahan Schweinsteiger ke Amerika Serikat, hubungannya dengan Mourinho pulih. Seiring permintaan maaf Mourinho atas perlakuannya terhadap si pemain.dikutip oleh suarabola.

“Memang sulit, tapi aku selalu percaya pada hal-hal yang baik,” jawab Schweinsteiger saat ditanya apakah dirinya menyesal bergabung MU. “Dan aku selalu bermimpi bisa bermain lagi untuk United dan membantu mereka, dan aku memberikan yang terbaik pula di sesi latihan.”

“Dan pada akhirnya aku bermain dan mencetak gol. Itulah situasinya,” imbuh pemilik delapan medali juara Bundesliga dengan Bayern itu.

(bd/db)


LEAVE A REPLY