Jakarta – PT Liga Indonesia Futuristik (LIB) selaku operator Liga 1 berkomentar mengenai adanya keluhan dari klub seputar agenda kompetisi yang dirasa kelewat padat.

Salah satu keluhan tersebut dilontarkan oleh Borneo FC yang merasa agenda tandingnya terlalu mepet — mereka mesti menyambangi Persipura Jayapura, Selasa (2/5/2017) kemarin, setelah menjamu Persegres Gresik United, Sabtu (29/4).

Menanggapi hal tersebut, CEO PT LIB Risha Adi Wijaya mengatakan bahwa pihaknya sudah berjuang merancang agenda Liga 1 dengan saksama, termasuk mempertimbangkan recovery masing-masing tim.

“Kami sudah menyumbang waktu istirahat dua sampai tiga hari. Kalau ada yang mepet sekali, bisa berikan surat kepada kami,” ujar Risha kepada detikSport, Rabu (3/5).

Mepetnya agenda, imbuh Risha, tak terelakkan mengingat PSSI memiliki target Liga 1 bisa game over pada 12 November mendatang. Akibatnya ada beberapa kesempatan klub harus mengalami padatnya agenda kompetisi.

“Akan ada sampai liga pekan yang memang sangat padat. Tapi nanti akan kembali normal di bulan April sampai November. Prinsipnya kami terbuka jika ada klub yang memang merasa agenda sangat menganggu recovery tim, tapi kami juga sudah memikirkan hal itu,” katanya.

(ads/krs)


LEAVE A REPLY