Jakarta – Badan Sport Profesional Indonesia (BOPI) akhirnya melaporkan daftar pemain asing yang bermain secara ilegal ke pihak Kementerian Tenaga Kerja. Langkah ini dilakukan setelah beberapa pemain yang belum memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) diperbolehkan main pada laga pembuka Liga 1.

“Laporannya sudah saya kirimkan kepada pihak imigrasi dan tenaga kerja. Kami kirimkan pukul 17.00 WIB tadi,” kata Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, kepada detikSport, Senin (17/4/2017).

Dalam surat BOPI nomor 012/BOPI/KAU/IV/2017 itu, tertulis peristiwa predikat izin kerja pemain asing di Liga 1 yang ditujukan kepada Kepala Direktorat PPTKA Kementerian Tenaga Kerja RI.

Dalam surat itu, tercantum keterangan dan informasi terkait predikat tenaga kerja asing yang bermain di kompetisi sepakbola profesional Liga 1, berikut dengan lampiran-lampiran yang berisi nama pemain asing yang belum memiliki KITAS berjumlah 25 pemain asing dari 11 klub.

BOPI juga menjelaskan bahwa pihaknya telah membuat kesepakatan dengan PT LIB terkait kewajiban pengurusan KITAS dan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing) sebelum pemain yang bersangkutan dimainkan dalam kompetisi.

(Baca juga: Tentang KITAS Essien dan Cole, dan Ancaman Sanksi Deportasi)

Namun, faktanya ada pemain asing yang bermain tapi belum memiliki izin KITAS dan IMTA. Sesuai tugas dan fungsi BOPI dalam melakukan pembinaan pengembangan, pengendalian, dan pengawasan penyelenggaraan olah tubuh profesional di Indonesia, maka pihaknya melaporkan pelanggaran tersebut.

“Sampai hari ini BOPI masih dalam proses menerima pengajuan rekomendasi KITAS dan IMTA tenaga kerja asing dari klub peserta Liga 1 maupun PT LIB,” tulis BOPI dalam surat laporan itu.

“BOPI juga belum menerbitkan rekomendasi atau prinsip tidak keberatan atas dikeluarkannya izin kerja terhadap calon tenaga kerja asing di klub peserta Liga 1. Bahwa BOPI bersikap tegas tidak menyumbang izin kepada pemain dan pelatih asing yang belum memiliki KITAS dan IMTA untuk bermain di Liga 1.”

Heru berharap dengan adanya laporan tersebut, pihak Kemenaker dan imigrasi bisa menindaklanjuti persoalan ini sesuai kewenangan mereka.

“Ya kami berharap ini bisa segera ditindaklanjuti. Kami membuat laporan sesuai dengan permintaan mereka pada momen beberapa kali melakukan workshop bersama,” harap Heru.

Sementara itu Direktur Utama PT Liga Indonesia Trendi, Berlinton Siahaan, yang dikonfirmasi terpisah terkait kasus pemain asingnya menolak berkomentar dan menyerahkan semua kepada tim medianya.

“Nanti ada tim media kami yang menanggapi hal ini. Tunggu saja nanti akan diinformasikan untuk supaya ada perimbangan atas hal ini. Terimakasih support-nya,” kata Berlinton lewat pesan singkatnya.

(mcy/mfi)


LEAVE A REPLY