Turin – Penjaga gawang Juventus Gianluigi Buffon mengkritik penggunaan teknologi video VAR yang disebutnya sudah membuat sepakbola jadi seperti sport polo air.

Asisten Wasit Video (Video Assistant Referees/VAR) mulai digunakan dalam kompetisi Serie A musim ini. Salah satunya ketika Juventus bangkit untuk unggul 4-2 atas Genoa, Minggu (27/8/2017) dinihari WIB, setelah ketinggalan lebih dulu.

VAR pertama-tama menguntungkan Genoa yang mendapatkan penalti di menit ke-7. Di akhir babak pertama, VAR gantian menguntungkan Juventus yang mendapat penalti akibat sebuah handball.

Buffon sendiri melontarkan kritikan ke arah VAR karena intensitas penggunaannya di dalam matchday. Ia risau hal itu justru mengacaukan irama matchday.

“Anda mengatakan VAR akan digunakan dalam insiden-insiden momen ada kesalahan, tapi kini wasit bahkan mengecek tayangan ulang untuk jari yang keseleo atau hal kecil lain,” kata Buffon seperti dilansir Soccerway.

“Ini bukan lagi sepakbola… kini sudah berubah jadi seperti polo air. Waktunya jadi terlalu lama. Saya bahkan tidak merayakan ketika kami dapat penalti karena enam menit sudah lewat. Saya bicara sebagai seseorang yang berada di sebuah tim yang sering menyerang dan (tim) seringkali ada di area penalti rival”

“Musim lalu kami mendapat keuntungan dapat tiga penalti, tapi kalau terus seperti ini kami bisa dapat 50. Sebagai pemain Juventus saya senang dengan hal itu, tapi ini merusak faktor hiburannya,” tuturnya.

(krs/mrp)


LEAVE A REPLY