Turin – Juventus diadang Barca di babak perempatfinal. Bianconeri dituntut memperketat penjagaan demi tidak kebobolan kejadian bertanding di leg pertama, pekan depan.

Pertemuan kedua tim merupakan ulangan final Liga Champions 2014-15, yang berakhir dengan kemenangan Barcelona 3-1. Di musim ini, Juve lebih dulu menjadi tuan rumah pada Rabu (12/4) dinihari WIB, sebelum menyambangi Camp Nou sepekan berikutnya.

Performa Juve di Eropa dalam sepanjang musim ini begitu menjanjikan. Pasukan besutan Massimilano Allegri itu tidak terkalahkan sejak babak grup dengan meraih enam kemenangan dalam delapan matchday secara keseluruhan.

Sedangkan di fase gugur pertama melawan Porto, Juventus berhasil lolos dengan sempurna. Juve unggul clean sheet di kedua leg dengan agregat 3-0.

Di sisi lain, Barca dua kali takluk dalam empat matchday tandanya di Liga Champions musim ini. Kekalahan itu diderita dari Manchester City 1-3 dan Paris St. Germain 0-4.

Kendati demikian, Barca tercatat sebagai tim tersubur di kompetisi itu dengan 26 gol, atau rata-rata 3,25 gol per matchday. Sedangkan Juve justru tim yang paling minim bikin gol [14] , tapi sekaligus paling sedikit kebobolan [2] di antara tim-tim delapan besar.

Claudio Gentile merupakan salah satu legenda yang bermain untuk Juve pada 1973-1984. Dia sukses mengantar Juve enam gelar Serie A dan dua Coppa Italia.

“Sudah jelas tidak akan mudah melawan Barca di perempatfinal, tapi hal yang penting adalah agar Juve tidak sampai kebobolan di leg pertama, ucap Gentile kepada Radio TMW, yang dilansir Football Italia.

“Juve sangat bernafsu untuk membalikkan predisksi dan melakukan sesuatu yang luar biasa. Saya harap demikian.”

(rin/mrp)


LEAVE A REPLY