Turin – Paulo Dybala dikenal sebagai pesepakbola kidal. Demi meningkatkan kemampuannya, striker Juventus itu kini tengah berupaya keras melatih kaki kanannya.

Dybala kembali tampil impresif bersama Juve musim ini. Striker 23 tahun itu sejauh ini bikin 18 gol dan sembilan assist dari 46 penampilan di seluruh ajang.

Performanya penting dalam keberhasilan Juve memenangi Scudetto keenam kalinya secara berurutan plus Coppa Italia di musim ini. Berkat kontribusi Dybala pula Juve tampil di final Liga Champions melawan Real Madrid pada 4 Juni mendatang. Memenangi gelar ini bakal berarti treble untuk kali pertama buat Juve.

Masih muda dan merasa masih punya banyak ruang untuk mengembangkan diri, Dybala kejadian ini sedang menjalani sejumlah latihan demi mempertajam kemampuannya. Salah satu fokusnya adalah kemampuan kaki kanannya yang masih lemah, selain juga memperkukuh fisik agar bisa lebih baik melindungi bola.

“Saya kidal, saya bahkan menyikat gigi dengan tangan kiri. Saya mengambil sebuah pena setiap hari dan mencoba menulis, tapi dengan kaki kanan saya. Saya menjepitkan pena di antara jempol saya dan jari yang agak kecil,” kata Dybala kepada Il Venerdi.

“Saya berlatih seperti orang gila untuk mendapatkan kepekaan dan kemampuan lebih. Tidak hanya itu, saya juga melatih mata saya, untuk melihat lebih jauh, ke arah-arah yang berbeda, untuk mengantisipasi lawan-lawan saya dan melihat jalur-jalur bola.”

“Saya juga sudah mulai melakukan banyak latihan di pusat kebugaran. Di Italia, saya sudah mulai belajar untuk melindungi bola,” imbuhnya dikutip Football Italia.

Andal menggunakan dua kaki diyakini Dybala akan mempermudah aksinya di lapangan, karena itu membuat dimensi permainannya otomatis meluas. Khususnya di Italia yang terkenal taktis, dengan tim-tim musuh bisa bertahan amat baik.

“Cristiano Ronaldo sudah mencetak 360 gol, yang mana karena dia andal dengan kaki kanan tapi juga kuat dengan kaki kirinya. Dengan mengandalkan satu kaki saja Anda lebih muda dijaga dan lebih mudah untuk musuh membaca Anda,” ujarnya.

“Di Italia para defender tidak sembarangan, ini adalah sekolah yang bagus,” demikian Dybala.

(raw/krs)


LEAVE A REPLY