Jakarta – El Clasico bukan hanya soal perebutan poin bagi Real Madrid dan Barca. Laga itu sekaligus menjadi panggung individu para pemainnya untuk mencetak rekor.

Kali ini, Madrid akan menjamu The Catalans di Santiago Bernabeu Senin (24/4/2017) dinihari WIB. El Real masih menunjukkan laju lebih oke dengan bertengger pada puncak klasemen La Liga. Tim besutan Zinedine Zidane mengoleksi 75 poin dari 31 laga.

Madrid juga memiliki bekal bagus lain menjelang laga itu. Seperti dicatat Opta, Madrid tak terkalahkan dalam dua El Clasico terakhir di liga dengan satu kali unggul dan satu kali seri. hasil itu menjadi rentetan terbaik melawan The Catalans sejak Maret 2013. Waktu itu, Madrid ditangani oleh Jose Mourinho.

Sementara itu, The Catalans berada pada urutan kedua. Tim Blaugrana akan melawat ke markas Madrid dengan 72 poin dari 32 laga yang sudah dilakoni.

Selain selalu tunduk dari Madrid, The Catalans juga membawa modal kurang oke The Catalans usai tersingkir dari Liga Champions. Mereka trendi saja dikalahkan Juventus dengan agregat 0-3.

Sejumlah data dan fakta menarik lain terjadi menjelang laga itu. Berikut seperti dicatat Opta:

– Real Madrid adalah tim La Liga yang paling sering mengalahkan The Catalans sepanjang sejarah (72), sedangkan The Catalans adalah tim yang juga paling sering mengalahkan Madrid (68).

– Si Putih hanya tunduk dua kali dalam enam El Clasico terakhir di Santiago Bernabeu (tiga kali unggul dan satu kali setara dari semua kompetisi). Tapi, Madrid ant menang 0-4 dari Barca pada November 2015. Waktu itu, Madrid ditangani Rafael Benitez.

– Real Madrid tak tunduk dalam dua matchday El Clasico dalam satu musim di La Liga (satu kali unggul dan satu kali setara) terakhir. Hasil itu merupakan rentetan terbaik musuh Barca sejak Maret 2013 (momen ditangani Jose Mourinho).

– Real Madrid selalu mencetak gol dalam 43 matchday terakhir La Liga. Hanya The Catalans yang pernah mencetak gol berturut-turut pada rentetan matchday yang lebih panjang (64 matchday) pada 2013.

– Barca mencetak gol dalam 22 matchday terakhir dalam semua kompetisi menghadapi Real Madrid, laju terbaik mereka sepanjang sejarah El Clasico.

– Dengan membuat hat-trick pada 2014, Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak di El Clasico (21 gol), melewati Alfredo Di Stefano (18 gol)

– Sejak laga itu, Messi tampil dalam enam laga El Clasico tanpa mencetak gol sebijipun. Itu menjadi laju terburuknya menghadapi Real Madrid.

– Cristiano Ronaldo mengoleksi 16 gol pada El Clasico di semua kompetisi.

– Hanya Alfredo Di Stéfano (18) dan Lionel Messi (21) yang mengoleksi gol lebih banyak ketimbang CR7.

– Cristiano Ronaldo hanya mencetak lima gol dalam 12 El Clasico di Santiago Bernabéu, dengan tiga di antaranya dicetak lewat penalti (semua kompetisi).

– Luis Suárez mencetak empat gol menghadapi Real Madrid di La Liga sejak bergabung dengan Barca 2014/15, paling banyak ketimbang para pemain lain.

– Neymar akan absen pada El Clasico untuk pertama kalinya sejak dia bergabung dengan Bacelona. Kejadian bermain dengan menurunkan Neymar, The Catalans empat kali unggul, satu kali seri, dan tiga kali tunduk (W4 D1 L3).

– Karim Benzema mencetak lima gol dalam lima El Clasico di Santiago Bernabeu.

– Zinedine Zidane tak pernah tunduk dalam dua matchday El Clásico sebagai manajer (W1 D1). Manajer Real Madrid yang pernah tunduk dalam tiga
matchday pertamanya adalah Radomir Antic pada 1992 (W1 D2).

– Luis Enrique berpeluang menjadi manajer Barca kedua yang mendapatkan kemenangan back to back La Liga atas Real Madrid di Santiago Bernabeu setelah Josep Guardiola (6-2 pada 2009 dan 2-0 pada 2010).

– Real Madrid tak pernah tunduk dalam tujuh matchday menghadapi lawan klasik momen Casemiro diturunkan (W2 D1 musuh Barca dan W1 D3 momen menghadapi Atletico dari semua kompetisi).

– Sergio Ramos mencetak empat gol lebih banyak menghadapi Barca di La Liga ketimbang menghadapi tim-tim lain.

– Lionel Messi paling sering mengantarkan timnya meraih poin kemenangan ketimbang para pemain lain di La Liga musim ini (17 point dengan 29 goal) – Álvaro Morata ada di peringkat ketiga (13 poin dan 12 goal).

– Isco memiliki rata-rata konversi tembakan terbaik di La Liga musim ini (47% dengan 5+ gol).

– Keylor Navas sudah kebobolan 15 gol menghadapi Barca di La Liga, setidaknya enam gol lebih banyak ketimbang momen menghadapi tim-tim musuh di La Liga.

– Real Madrid paling sering mencetak gol dari situasi set pieces musim ini (25 gol) sedangkan The Catalans paling sering mencetak gol dari open play (71).

– The Catalans mencetak 70% gol dari penyerang, menjadi persentase tertinggi ketimbang tim-tim La Liga lainnya.

– Ream Madrid justru mencetak gol paling sering lewat para pemain belakangnya (13 gol) musim ini.

(fem/krs)


LEAVE A REPLY