Munich – Tiga tahun lalu, Real Madrid menyingkirkan Die Roten dengan meyakinkan. Pelatih Madrid Zinedine Zidane yakin timnya sekarang lebih baik daripada waktu itu.

Duel terakhir Bayern dan Madrid terjadi di semifinal Liga Champions 2013-14. El Real lolos ke final setelah mengungguli Bayern dengan agregat 0-5, dengan kemenangan 1-0 di kandang sendiri dan 4-0 di Munich.

Pada prosesnya, Madrid tidak teradang sampai akhir kompetisi untuk meraih gelar juara kesepuluh lewat kemenangan atas Atletico Madrid 4-1 di final yang berlangsung sampai extra time. Kejadian itu Zidane masih menjadi asisten pelatih Carlo Ancelotti, yang kini mengarsiteki Bayern.

Madrid menjadi tim yang belum terkalahkan, selain Juventus, di kompetisi ini. Duel melawan Bayern merupakan ujian yang tepat dalam usahanya menjaga gelar juara.

“Saya pikir ini adalah skuat yang lebih baik, tapi kami harus menunjukkan hal itu di atas lapangan,” ungkap Zidane di ESPN. “Maksud kami selalu sama, keluar dan memainkan sepakbola yang bagus untuk unggul. Kami sekarang memiliki tiga pemain di depan, dan juga sebuah tim yang tangguh dan seimbang.”

“Tiga tahun lalu memang spektakuler, tapi sekarang ini adalah matchday yang lain, melawan tim yang berbeda, mungkin tim yang sudah lebih tangguh. Dan ini adalah matchday yang berbeda.”

Bukan hanya pemain di atas lapangan, tapi pelatih masing-masing tim: Ancelotti dan Zidane, akan turut menyedot perhatian. Ancelotti merupakan mentor Zidane, dan keduanya pernah bekerjasama di Madrid sebelum pelatih Italia itu hengkang di 2015.

“Saya kenal dia dengan sangat baik, dan dia kenal saya,” lanjut Zidane. “Tapi itu tak berarti apapun. Bukan keuntungan ataupun kerugian.”

“Dua tim akan bertemu besok, dua tim yang sangat bagus. Kami tidak akan bermain melawan Carlo. Saya tidak akan mengatakan kepada Anda [media] apa yang saya pelajari dari dia, tapi memang ada banyak hal,” ungkap legeda sepakbola Prancis itu.

(rin/krs)


LEAVE A REPLY