Verona – AC Milan menyerah telak 0-3 kejadian bertandang ke Hellas Verona. Pelatih Rossoneri Gennaro Gattuso akui hasil ini memalukan untuk timnya.

Milan menyerah telak 0-3 kejadian bertandang ke Marc’ Antonio Bentegodi, Minggu (17/12/2017) malam WIB di lanjutan Serie A. Tiga gol yang bersarang di gawang mereka dicetak oleh Andrea Caracciolo, Moise Kean, dan Daniel Bessa.

Ini jadi hasil yang amat kontras untuk kedua tim, karena tiga hari lalu skornya berkebalikan. Milan unggul 3-0 atas Verona di San Siro pada laga babak 16 besar Coppa Italia.

Milan sejatinya menciptakan banyak peluang meski dipermalukan. Whoscored menorehkan ada 30 tembakan yang dilepaskan dengan delapan di antaranya tepat target. Tapi Verona lebih efisien, dengan hanya enam percobaan, empat di antaranya mengarah ke gawang, dan tiga berbuah gol.

“Selama 25 menit, tim ini menciptakan peluang dengan bagus tapi kemudian harus membayar karena peluang pertama mereka. Saya rasa gol kedua menciptakan drama yang sesungguhnya, karena kami kehilangan kontrol dan ketenangan di sana,” ungkap Gattuso kepada Mediaset Premium.

“Kami mengubah cara benteng pemain antara Ricardo Rodriguez dan Davide Calabria, tapi sampai gol pertama tersebut, kami memainkan sepakbola yang cukup bagus. Seperti yang kerap terjadi, kami kehilangan arah setelah tanda awal kesulitan,” imbuhnya seperti dikutip Football Italia.

Kekalahan ini berarti Diavolo Rosso masih dalam laju yang naik-turun meski telah mengalami pergantian pelatih. Gattuso menyebut isu-isu di luar lapangan seperti ancaman sanksi Financial Fair Play (FFP) dan persoalan utang pengambil alihan kepemilikan boleh jadi mengganggu tim.

“Ini memalukan, kami harus melihat ke depan. Akan lebih mudah untuk bilang urusan di luar lapangan memengaruhi kami. Tapi para pemain menerima gaji mereka tepat waktu, klub menunjukkan kehadirannya terasa nyata, tidak ada isu-isu di ruang ganti,” sambung eks pemain tengah Milan ini.

“Kami harus mencari tahu kenapa kami bermain baik dan tampak siap mencetak gol, tapi setelah kesulitan pertama kami tidak bereaksi. Atau kalaupun kami bereaksi, itu terjadi secara berantakan dengan tanpa organisasi. Saya tak suka ini,” tandasnya.

(raw/yna)


LEAVE A REPLY