Jakarta – PS TNI sudah menunjuk Ivan Kolev menjadi pelatih modis. Eks pelatih tim nasional Indonesia itu diharapkan bisa membawa PS TNI bermain lebih oke lagi.

PS TNI memilih untuk mendepak Laurent Hatton dan menggantinta dengan Kolev usai laga melawan Bhayangkara FC. Alasannya karena pelatih asal Bulgaria itu dinilai lebih mengerti dengan sepakbola tanah air dan bisa berbahasa Indonesia dengan baik.

Padahal prestasi Hatton bersama PS TNI tidak terlalu buruk. Dalam tiga matchday Liga 1, PS TNI belum mengalami kekalahan. Mereka dua kali bermain sebanding momen melawan Borneo FC dan Persib Bandung. Pada satu laga lainnya, The Army meraih kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC.

Tak sekadar belum pernah ant menang, PS TNI juga merupakan salah klub yang paling produktif. Sejauh ini, mereka sudah membukukan sebanyak enam gol.

Namun pencapaian itu ternyata tak membuat peringkat Hatton sebagai pelatih aman. Manajemen sudah membuat keputusan lain.

Salah seorang pemain PS TNI, Gustur Cahyo Putro, mengungkapkan kesannya selama berlatih bersama Hatton. Dia juga turut mendoakan agar pelatih 54 tahun itu sukses dengan klub barunya.

“Disiplin itu sebuah nafas. Jika kita tidak disiplin maka kita akan mati. Terima kasih untuk kepercayaan yang telah diberikan kepada saya coach. Sukses dengan tim barunya,” tulis Gustur di akun Instagram pribadinya, @gusturcahyo97.

Berbeda dengan Gustur, Manahati Lestusen hanya berharap semoga PS TNI bisa lebih baik lagi.

“Kalau soal pergantian pelatih saya tidak mau berkomentar itu hak manajemen. Saya sebagai pemain berharap semoga PS TNI dengan pelatih lebih bagus lagi ke depannya,” kata Manahati.

Sejauh ini sudah ada tiga pelatih yang harus melepas jabatannya di Liga 1. Selain Hatton, Hans Petter Scaller sudah dipecat Bali United. Sementara itu, Timo Scheunemann mengundurkan diri karena merasa tak mampu membawa Persiba Balikpapan tampil oke dalam tiga laga awal.

(ads/cas)


LEAVE A REPLY