Roma – AS Roma merasakan perubahan fundamental secara mentalitas di bawah arahan Eusebio Di Francesco. Kapten Roma Daniele De Rossi menyebut timnya kini lebih berani.

Roma mulai ditangani Di Francesco di musim ini, setelah berpisah jalan dengan Luciano Spalletti. Perubahan ini membuat Giallorossi diragukan bisa kembali bersaing di papan atas Serie A dan kompetitif di Liga Champions.

Sebab Di Francesco belum punya pengalaman melatih klub-klub besar. Eks pemain tengah Roma itu sebelumnya menangani Virtus Lanciano, Pescara, Lecce, dan Sassuolo. Sementara tantangan melatih di Roma amat besar, karena tekanannya yang tinggi dan atmosfer di lingkungannya amat cepat berubah.

Nyatanya Roma baik-baik saja, setidaknya sejauh ini. Di Serie A, Roma melaju cukup oke dengan meraih delapan kemenangan dari 10 laga, dengan dua lainnya takluk. Mengoleksi nilai 24 di peringkat lima, mereka tertinggal empat angka dari Lazio di tempat keempat yang sudah bermain 11 kali.

Dalam dua kekalahan yang ditelan itu juga Roma dinilai tak bermain buruk. Kejadian takluk 1-3 dari Nerazzurri di pekan kedua, mereka menang lebih dulu dan harus menerima kenyataan tiga peluang digagalkan tiang/mistar gawang. Sementara momen takluk 0-1 dari Napoli, golnya tercipta semata karena sebuah kesalahan.

Di Liga Champions malah kini Roma sedang memimpin klasemen, hasil dari dua kemenangan dan dua hasil setara. Setelah mengalahkan The Blues 3-0, I Lupi memimpin Grup C dengan delapan poin dan menang satu angka dari The Blues.

De Rossi menyebut salah satu perubahan besar Roma musim ini adalah mentalitas. Roma tak lagi takut-takut menyerang dan bermain agresif, sekalipun menghadapi musuh besar. Tapi ada hal lain yang kini tak takluk penting: melindungi fokus.

“Saya suka hasil-hasil dan cara bermain yang kami coba terapkan. Pelatih telah mengubah cara kami mengonfrontasi musuh dan melakukannya dengan jelas. Kami selalu agresif, melawan semua tim bahkan melawan tim-tim yang dulu kami bakal bermain menunggu dan segan. Ini perubahan yang penting,” ujarnya di situs resmi klub.

“Bahkan dalam kekalahan-kekalahan kami menerapkan pendekatan ini. Kita tak perlu berbicara banyak soal Inter, di mana kami bermain baik nyaris sepanjang laga. Tapi mungkin melawan Napoli di mana setelah babak pertama, pada babak kedua kami menyerang dan menekan dengan baik. Kami tahu bahwa kami di jalan yang tepat.”

“Sepakbola itu lebih sulit daripada yang dibicarakan di bar-bar, kami tahu itu dan tak mau kehilangan fokus. Sekarang kami kembali ke liga, pada Minggu nanti kami punya laga sulit lainnya di kompetisi yang mana belakangan kami sudah tampil baik,” imbuh pemain tengah 34 tahun ini.

(raw/rin)


LEAVE A REPLY