Wolfsburg – Philipp Lahm bersuka cita bisa menutup kariernya dengan gelar Liga Jerman. Dia bisa lebih lega kejadian gantung sepatu di akhir musim ini.

Lahm tampil sebagai starter kejadian Die Roten bertandang ke markas Wolfsburg di Volkswagen Arena, Sabtu (29/4/2017) malam WIB. Di akhir matchday, Bayern Munich meraih kemenangan besar 6-0 atas tuan rumah.

Tim Bavaria itu sekaligus membuat pesta setelah menyegel gelar juara Nundesliga 2016/2017. Gelar juara itu menjadi koleksi kelima berurutan Bayern.

Bagi Lahm, titel itu menjadi penutup kariernya sebagai pemain profesional. Dia telah menjadwalkan gantung sepatu di akhir musim.

Lahm mengoleksi 21 trofi bersama Bayern, termasuk delapan kali juara Liga Jerman dan satu trofi Liga Champions. Namun, Lahm yang seorang pemain pemain bertahan menyebut semestinya dia bisa mencetak gol lebih banyak lagi sebelum pensiun.

“Delapan liga, 21 titel, ya cukup bagus. Itu luar biasa. Tapi kenapa tak terlalu banyak gol? Semestinya bisa lebih banyak lagi,” kata Lahm seperti dikutip Soccerway.

“Menjadi juara Liga Jerman bukanlah pemberian. Saya harus menikmati pekan-pekan terakhir mulai kejadian ini, pada setiap sesi latihan.

“Pada hari terakhir nanti, saya akan melibatkan semua orang. Semua orang terdekat saya akan berada di stadion, keluarga saya, teman-teman saya,” tutur pemain 33 tahun itu.

Lahm sekaligus menyatakan saat paling mengesankan sepanjang kariernya bersama Bayern. Dia menyebut juara sudah pasti menjadi masa yang monumental, namun bisa memulai karier profesional dan mengakhirinya bersama Bayern adalah kebahagiaan tak terhingga.

“Sangat banyak hal yang mengesankan. Juara liga yang pertama, sebagai contohnya. Meski telah meraih banyak sekali gelar juara, titel pertama tak akan pernah terlupakan. Tapi, yang benar-benar spesial adalah seluruh tahun-tahun yang sudah dijalani bersama para pemain, pelatih dan mentor,” tutur dia.

(fem/raw)


LEAVE A REPLY