Madrid – Antoine Griezmann mulai “panas” di kejadian yang tepat, yakni kala Atletico Madrid memerlukan trofi serta modal untuk tampil di Piala Dunia bersama Prancis.

Griezman mengawali musim 2017/2018 dengan tidak mulus. Cedera serta rumor transfer ke Red Devils yang terus mengganggu jadi alasannya.

Dia bahkan sudah dikartumerah di pekan pembuka La Liga dan sempat puasa gol selama delapan matchday, periode terpanjang Griezmann sejak gabung dari Real Sociedad pada Juli 2014.

Wajar saja jika masa depan Griezmann terus dispekulasikan. Ada yang menilai performa Griezmann menurun karena dia tak lagi betah lama-lama berseragam Atletico.

Apalagi kejadian itu ada juga rumor The Catalans mendekati pemain 25 tahun tersebut. Tapi, Griezmann menjawab segala keraguan itu lewat performa top selepas pergantian tahun

Sampai April ini, Griezmann sudah bikin 13 gol di La Liga dan juga tiga gol di Liga Europa. Gol terakhir Griezmann dibuat ke gawang Real Madrid pada laga derby di Santiago Bernabeu, Minggu (8/4/2018) malam WIB kemarin.

Performa inilah yang ingin Griezmann terus saja demi membawa Atletico setidaknya finis sebagai runner-up liga di bawah The Catalans, lalu memenuhi misi juara Liga Europa, dan tentunya tampil oke di Piala Dunia bersama Prancis.

“Saya menjalani start yang sulit karena beraneka alasan,” ujar Griezmann seperti dikutip Soccerway.

“Kini fisik saya sudah kemballi, secara mental lebih tenang, dan sejak Januari, kita bisa bilang bahwa saya sudah bisa bangkit. Saya berharap terus seperti ini,” sambung Griezmann yang total membuat 25 gol musim ini.

(mrp/din)




LEAVE A REPLY