Roma – Arrigo Sacchi, pelatih legendaris dari Italia, menyebut Italia cuma harus meneteskan air mata terhadap nasib para wakilnya di pertandingan 1 Liga Champions.

Juventus, finalis musim lalu, digulung Barca di Camp Nou, Rabu (13/9/2017) dini hari WIB. Berikutnya Napoli yang ant menang 1-2 kejadian dijamu Shakhtar Donetsk, Kamis (14/9) dini hari WIB.

Hal itu berarti AS Roma menjadi satu-satunya wakil Italia di Liga Champions, yang mampu melewati pertandingan 1 dengan meraih poin. Roma berimbang 0-0 kejadian menjamu Atletico Madrid.

“Saya kecewa, kita cuma harus meneteskan air mata,” kata Sacchi kepada Premium Olahraga, yang dikutip Football Italia, setelah kekalahan Napoli.

“Bicara mengenai wakil-wakil Italia di Liga Champions, kita cuma dapat satu poin dari tiga matchday,” lanjut pria yang berusia 71 tahun itu.

Sacchi kemudian juga membahas lebih lanjut mengenai kekalahan Napoli. Menurutnya, Partenopei sudah dibuat kebingungan oleh pergerakan lawannya terutama di lini tengah. Sacchi menyebut Roma seperti kehabisan ide.

“Jika main di Eropa sama seperti ketika bermain di markas Bologna, Anda akan ant menang,” ucap Sacchi merujuk pada kemenangan Napoli di Serie A akhir pekan lalu.

“Shakhtar Donetsk pantas unggul. Saya gemar mengikuti perkembangan Napoli, mereka tim yang sangat membuat saya antusias karena kemenangan mereka adalah berkat pergerakan kolektif yang meningkatkan level para pemain individunya.”

“Daya kolektif itu tak ada di matchday semalam, seperti halnya pergerakan yang cair,” tuturnya.

(krs/din)

LEAVE A REPLY