Guimaraes – Patrice Evra menendang seorang suporter karena dicemooh. Lebih dari 22 tahun yang lalu, sudah ada perihal serupa nan menghebohkan dunia dari Eric Cantona.

[Gambas:Video 20detik]

Evra terlibat perihal momen Marseille bertandang ke Vitoria Guimaraes, Jumat (3/11/2017) dinihari WIB di pertandingan 4 Liga Europa. Kejadian tengah pemanasan, defender 36 tahun itu dicemooh sejumlah suporter.

Boleh jadi tak tahan dengan hinaan yang dialamatkan kepadanya, Evra bereaksi dengan menendang salah seorang suporter tepat di kepalanya. Dia pun dikartu merah bahkan momen laga belum dimulai, sehingga tak bisa duduk di bangku cadangan meski terdaftar sebagai pemain pengganti.

Kejadian tendangan ini langsung mengingatkan dunia sepakbola dengan momen serupa yang 22 tahun silam. Kala itu Cantona, bintang Red Devils dan tim nasional Prancis, menjadi tajuk utama media-media karena melakukan tendangan kung-fu ke arah suporter.

Bedanya, kalau Evra melakukan tendangan ke arah suporter yang diduga kuat dari kubu timnya sendiri, Cantona melakukannya ke suporter tim rival yakni Crystal Palace. Cantona malah tak sekadar menendang, namun juga mengarahkan sejumlah pukulan ke suporter bernama Matthew Simmons.

Momen itu berlangsung momen Cantona sedang berjalan menuju ruang ganti, setelah dikartu merah karena menendang defender Palace Richard Shaw, yang lebih dulu menarik kaus Cantona.

Atas momen itu, Cantona tak hanya dihukum oleh MU dan FA, melainkan juga menghadapi dakwaan tindak pidana penyerangan. Meski pada akhirnya tak dipenjara, pria kelahiran Marseille itu harus melakoni pelayanan komunitas selama 120 jam.

[Gambas:Youtube]

MU menghukum Cantona tak bisa bermain di tim utama di sisa musim –insiden terjadi pada Januari 1995 atau pada pertengahan musim– serta denda 20 ribu pound sterling. Tim nasional Prancis mencopot jabatannya sebagai kapten.

Sementara FA menjatuhi hukuman larangan bermain selama delapan bulan dan denda 10 ribu pound. Hukuman ini lantas diperkuat oleh FIFA, yang memperluas cakupan skorsnya ke seluruh dunia sehingga Cantona tak bisa mengakali hukuman dengan bermain di klub luar Inggris.

Evra, tentu saja, kini perlu cemas menanti hukuman apa yang bakal diterima atas aksinya.

(raw/din)


LEAVE A REPLY