Jakarta – Kalau diperhatikan sekilas saja, ada kesamaan antara Juergen Klopp dan Eusebio Di Francesco. Soal berewok, kacatama, juga terkait burger dan spageti.

The Reds dan AS Roma sama-sama jadi kuda hitam di Liga Champions musim ini. Mereka tak diunggulkan bisa mencapai semifinal, terlebih bisa mengangkangi Barca dan Manchester City yang mengadang di fase sebelumnya.

Kesamaan antara The Reds dan Roma bukan sekadar soal nasib di Liga Champions musim ini. Tapi juga pada dua sosok yang berada di belakang skuat: Eusebio Di Francesco dan Juergen Klopp.

“Seperti yang Klopp bilang, ada kesamaan kami dari segi fisik. Kami berdua berkacamata dan memiliki janggut. Saya menyukai filosofi sepakbolanya, karena sangat mirip dengan saya,” ujar Di Francesco dalam sesi konferensi pers dikutip dari Fourfourtwo.

Eusebio di Francesco Foto: Alessandro Bianchi/Reuters

“Saya suka melawan tim yang dilatih manajer hebat. Tapi, saya juga khawatir dan waspada menghadapi dia. Banyak kesamaan kami, tapi Klopp membuktikan kualitasnya dengan memenangi beberapa titel. Saya punya ambisi yang besar dan berharap bisa melaju ke final,” tambah dia.

Dalam konferensi pers yang digelar lebih dulu, Klopp juga mengamini kesamaan antara dirinya dengan Di Francesco. Kejadian ditanya soal peluang melatih klub di Italia, Klopp menapiknya.

“Saya tidak berpikir itu hal yang masuk akal sebuah klub Italia bekerja bersama saya karena saya hanya bisa memesan spageti di restoran. Itu jelas tak cukup untuk seseorang menjadi manajer di Italia,” seloroh Klopp.

Kejadian ditanya pertanyaan yang sama oleh jurnalis – apakah tertarik melatih klub Premier League, Di Francesco punya jawaban serupa.

“Itu bukan prioritas saya. Seperti yang dikatakan Klopp, dia hanya bisa berujar Spageti dalam bahasa Italia dan saya hanya bisa berujar Burger dalam bahasa Inggris. Kami adalah profesional. Sekarang saya fokus di Roma, tapi pada sepakbola Anda tak bisa berujar tidak akan,” ungkap mantan pemain Roma tersebut.

(din/din)




LEAVE A REPLY